Kalau kamu pecinta game action RPG yang intens, visual tingkat dewa, dan cerita penuh mitologi, kamu pasti sudah dengar tentang Black Myth: Wukong. Game satu ini sempat jadi pusat perhatian dunia — bukan cuma di kalangan gamer Asia, tapi juga di Eropa dan Amerika. Semua itu karena game ini punya sesuatu yang jarang kita lihat: kualitas AAA dari studio Tiongkok yang benar-benar totalitas.
Dari trailer pertamanya, banyak gamer langsung terkesima:
Animasi halus, efek sihir keren, adegan pertarungan brutal, dan tentu saja… si Kera Sakti dengan tongkat sakti Ruyi Jingu Bang.
Bisa dibilang, Black Myth: Wukong bukan cuma game — ini fenomena.
Dan di artikel panjang kali ini, kita bakal membahas semuanya dengan santai dan lengkap:
-
Cerita dan latar belakang
-
Gameplay super intense
-
Dunia mitologi yang megah
-
Visual dan teknologi gila
-
Pertarungan bos yang bikin jantung copot
-
Spesifikasi PC
-
Kelebihan, kekurangan, dan masa depannya
Langsung kita mulai!
Apa Itu Black Myth: Wukong?
Black Myth: Wukong adalah game Action RPG yang dikembangkan oleh Game Science. Banyak orang menyebutnya sebagai game soulslike ala Tiongkok. Kenapa? Karena combat-nya intens, musuhnya brutal, dan timing serangan harus akurat — mirip Sekiro, Elden Ring, atau Nioh.
Tapi Black Myth punya ciri khas sendiri:
segala hal dalam game ini berakar pada mitologi Tiongkok, terutama legenda Sun Wukong dari novel klasik Journey to the West.
Game ini bukan game adaptasi biasa. Ia membawa pemain ke dunia fantasi gelap yang terinspirasi dari kisah kuno, tapi disajikan dengan modern.
Boleh dibilang, ini seperti "Elden Ring bertemu mitologi Tiongkok".
Tanggal Rilis dan Platform
Black Myth: Wukong adalah game yang sudah dinantikan bertahun-tahun. Setelah penantian panjang, akhirnya game ini dirilis secara global pada:
📅 20 Agustus 2024
Untuk platform:
-
PC (Steam & Epic Games Store)
-
PlayStation 5
-
Xbox Series X/S → menyusul 20 Agustus 2025
Saat rilis di PC, responnya benar-benar luar biasa. Black Myth memecahkan rekor pemain serentak di Steam untuk game berbayar dari Tiongkok.
Banyak orang sampai bilang:
"Ini game pertama dari Tiongkok yang benar-benar bisa bersaing dengan game AAA barat."
Dan… mereka benar.
Cerita & Latar Belakang: Kisah Sang "Destined One"
Walaupun berakar pada Journey to the West, game ini tidak bercerita langsung tentang Sun Wukong versi klasik.
Alih-alih, kamu akan memainkan karakter yang disebut:
"The Destined One" — Yang Ditakdirkan"
Sosok ini adalah seekor kera yang sangat kuat, memegang tongkat sakti, dan dalam interpretasi banyak orang dianggap sebagai:
-
reinkarnasi
-
keturunan
-
atau manifestasi baru dari Sun Wukong
Game ini menawarkan cerita yang lebih gelap dan dewasa daripada versi cerita klasik yang sering kita lihat di film atau kartun.
Tema Cerita Utama
Perjalanan Sang Destined One adalah:
1. Mengungkap kebenaran masa lalu
Dunia telah berubah, sejarah telah dipelintir, dan legenda yang dulu diagungkan kini dipenuhi kebohongan.
2. Mencari enam artefak suci
Artefak ini terhubung dengan enam indra Sun Wukong — konsep penting dalam ajaran Buddha dan Taoisme.
3. Melawan makhluk supranatural
Dari raksasa, monster, iblis, dewa, hingga makhluk legenda dari cerita rakyat Tiongkok.
Dari awal sampai akhir, game ini seperti mengajak kita menyelam dalam dunia fantasi mitologi kuno, tapi dengan tone yang lebih gelap, penuh tragedi, dan misteri.
Dunia Game: Tiongkok Kuno yang Hidup dan Megah
Black Myth: Wukong punya salah satu dunia terbaik yang pernah dibuat untuk game bertema oriental.
Kamu akan menjelajahi:
● Pegunungan berawan dengan kuil rumit
(Banyak terinspirasi dari kuil Kaiyuan dan ukiran batu Dazu)
● Hutan lebat penuh roh dan siluman
● Istana surgawi dengan arsitektur epik
● Gurun sunyi yang terasa mistis
● Lembah tersembunyi berisi yaoguai (monster)
● Gua dan reruntuhan kuno
Setiap lokasi punya:
-
Musik atmosfer epic
-
Detail arsitektur tinggi
-
Cerita mini sendiri
-
Makhluk dan boss unik
Game Science benar-benar perhatian pada detail. Bahkan daun, batu, tiang kuil, dan patung kecil pun dibuat dengan teliti.
Gameplay: Soulslike, Brutal, dan Menegangkan
Bicara Black Myth: Wukong tanpa bahas gameplay itu nggak lengkap. Ini game yang menuntut skill — tapi juga rewarding.
Mari kita bahas elemen-elemen pentingnya:
1. Pertarungan Tongkat (Staff Combat)
Senjata utama kamu adalah Ruyi Jingu Bang, tongkat legendaris milik Sun Wukong.
Kamu bisa:
-
Menyerang cepat
-
Menyerang kuat
-
Mengelak
-
Menangkis (parry)
-
Melompat menyerang
-
Kombinasi serangan akrobatik
Combat-nya terasa berat dan berdampak. Setiap pukulan benar-benar terasa ber-power.
Mirip Sekiro, game ini menuntut:
-
Timing
-
Ketelitian
-
Pembelajaran pola serangan bos
Dan kalau kamu asal pukul? Siap-siap mati dalam waktu 3 detik.
2. Sistem Sihir dan Transformasi
Inilah yang bikin game ini beda:
Kamu bisa berubah menjadi makhluk lain.
Beberapa transformasi populer:
-
Elang (untuk mobilitas & serangan udara)
-
Serigala (serangan gesit dan brutal)
-
Monster besar tertentu (untuk serangan area)
Transformasi ini bukan gimmick — banyak musuh yang lebih mudah dikalahkan kalau kamu pakai transformasi yang tepat.
Selain itu, kamu juga bisa:
-
Menggunakan mantra elemen
-
Memanggil bantuan
-
Melumpuhkan musuh
-
Mengendalikan makhluk tertentu
Magic system-nya unik dan penuh variasi.
3. Pertarungan Bos yang Sangat Epik
Kalau kamu suka boss battle badass, Black Myth: Wukong wajib banget kamu mainkan.
Beberapa bos yang muncul:
-
Erlang Shen (Dewa Bermata Tiga)
-
Iblis berwujud manusia-binatang
Setiap bos punya:
-
Pola serangan unik
-
Tema musik keren
-
Animasi halus
-
Mekanik tambahan di fase kedua/ketiga
Kadang kamu bakal mati berkali-kali… tapi saat akhirnya menang, rasanya puas banget.
4. Visual, Animasi, dan Teknologi Unreal Engine 5
Game Science membangun game ini menggunakan Unreal Engine 5.
Hasilnya luar biasa.
Yang kamu dapat:
-
Tekstur super detail
-
Ray Tracing realistis
-
Partikel dan efek sihir megah
-
Animasi super halus
-
Lingkungan yang terasa hidup
Dengan dukungan DLSS 3, game ini berjalan jauh lebih mulus di GPU modern.
Bahkan gamer yang sudah sering main game AAA pun bilang:
“Ini game ARPG dengan visual terbaik tahun 2024.”
Dan banyak media besar setuju.
Spesifikasi PC Black Myth: Wukong
Berikut spesifikasi resmi:
| Kategori | Minimum | Rekomendasi |
|---|---|---|
| OS | Windows 10 64-bit | Windows 10/11 64-bit |
| Prosesor | i5-8400 / Ryzen 5 1600 | i7-9700 / Ryzen 5 5500 |
| RAM | 16 GB | 16–32 GB |
| GPU | GTX 1060 6GB / RX 580 | RTX 2060 / RX 5700 XT |
| Penyimpanan | 130 GB (SSD direkomendasikan) | 130 GB (SSD wajib untuk mulus) |
| DirectX | 11 | 12 |
Catatan penting:
Ray Tracing butuh minimal RTX 40 Series untuk hasil terbaik.
Kelebihan Black Myth: Wukong
✔ Visual top-tier
✔ Pertarungan intens ala soulslike
✔ Transformasi unik
✔ Lingkungan artistik yang sangat detail
✔ Boss battle yang epik
✔ Cerita gelap dan penuh misteri
✔ Presentasi sinematik
Kekurangan Black Myth: Wukong
✘ Tingkat kesulitan tinggi (nggak ramah pemula)
✘ Kamera kadang bandel di ruang sempit
✘ Loading agak lama di HDD
✘ Sistem quest kadang kurang jelas
Masa Depan & Update yang Ditunggu Gamer
Game Science sudah berjanji untuk:
-
Menambah konten cerita
-
Menambah transformasi baru
-
Menambah boss tambahan
-
Memperbaiki performa
-
Update kostum dan skin
Banyak rumor menyebutkan studio sedang menyiapkan versi “expansion besar”.
Kalau benar… ini bisa jadi franchise besar setaraf Nioh atau Sekiro.
Kesimpulan: Karya Besar dari Timur
Black Myth: Wukong bukan cuma game — ini bukti bahwa industri game Asia semakin kuat dan siap bersaing dengan raksasa global.
Kalau kamu suka:
-
Soulslike
-
Cerita mitologi
-
Visual memukau
-
Pertarungan brutal
-
Dunia fantasi megah
Maka game ini wajib kamu coba.
Pengalaman bermainnya benar-benar:
✨ epik
🔥 intens
🐒 dan bergaya khas Kera Sakti
FAQ Singkat (Biar SEO Makin Mantap)
Q: Apakah game ini open world?
Tidak sepenuhnya, lebih ke semi-open world.
Q: Apakah game ini susah?
Iya, tingkat kesulitannya tinggi mirip Sekiro/Nioh.
Q: Berapa lama tamat?
Rata-rata 25–40 jam, tergantung skill.
Q: Ada mode easy?
Tidak, game ini mempertahankan formula soulslike.
Q: Apakah game ini punya dubbing Mandarin?
Iya, bahkan sangat direkomendasikan untuk pengalaman maksimal.
Baca Juga dong :
-Far Cry 6: Revolusi Gerilya, Backpack Roket, dan Antón Castillo di Surga Tropis Yara! | Review Kekacauan Karibia
-Resident Evil (1996): Selamat Datang di Spencer Mansion, Tempat Lahirnya Survival Horror Klasik! | Review Kamera Kaku, Peluru Langka
-Resident Evil 2 Remake: Kengerian Raccoon City dengan Kamera Modern, Dikejar Mr. X yang Tak Kenal Lelah! | Review Remake yang Hampir Sempurna
-Resident Evil 3 Remake: Dikejar Nemesis yang Brutal, Akselerasi Action di Raccoon City! | Review Horor Penuh Adrenalin
-Resident Evil 4 (2005): Revolusi Kamera Over-the-Shoulder, Action Epik Leon S. Kennedy! | Review Masterpiece yang Mengubah Genre
-Resident Evil 5 (2009): Action Afrika, Co-op Wajib, dan Pertarungan Akhir Melawan Wesker! | Review Pergeseran Genre Paling Sukses

Komentar
Posting Komentar