Resident Evil Requiem Pecahkan Rekor: Penjualan Tercepat dalam Sejarah Franchise

 


Capcom kembali mengukuhkan dominasinya di genre survival horror. Seri terbaru mereka, Resident Evil Requiem (Resident Evil 9), secara resmi dinobatkan sebagai entri dengan penjualan tercepat sepanjang sejarah franchise Resident Evil sejak pertama kali debut pada tahun 1996.

Hanya dalam waktu lima hari setelah peluncurannya pada 27 Februari 2026, Capcom mengumumkan bahwa game ini telah terjual lebih dari 5 juta unit di seluruh dunia.

Melampaui Para Pendahulunya

Angka 5 juta kopi dalam lima hari adalah pencapaian yang fenomenal, terutama jika dibandingkan dengan performa seri-seri legendaris sebelumnya:

·         Resident Evil 4 Remake (2023): Membutuhkan waktu sekitar 4 bulan untuk menyentuh angka 5 juta kopi.

·         Resident Evil Village (2021): Mencapai tonggak sejarah yang sama dalam kurun waktu 5 bulan.

·         Resident Evil 7: Biohazard (2017): Butuh waktu hingga 15 bulan untuk mencapai angka tersebut.

Kecepatan pertumbuhan Requiem menunjukkan betapa besarnya antusiasme penggemar terhadap babak penutup dari saga yang telah berjalan selama tiga dekade ini.

Dominasi di Platform Digital

Tidak hanya di konsol, Resident Evil Requiem juga meledak di platform PC melalui Steam. Game ini mencatatkan jumlah pemain bersamaan (peak concurrent players) sebanyak 344.000 orang. Angka ini dua kali lipat lebih besar dari rekor sebelumnya yang dipegang oleh Resident Evil 4 Remake, membuktikan bahwa basis penggemar di PC tumbuh sangat pesat.

Faktor Keberhasilan: Konsol Baru dan Nostalgia

Para analis industri menilai ada beberapa faktor utama yang mendorong ledakan penjualan ini:

1.    Multi-Platform Global: Dirilis secara serentak di PlayStation 5, Xbox Series X|S, PC, dan menjadi salah satu judul besar pertama untuk konsol terbaru Nintendo Switch 2.

2.    Kembalinya Ikon Klasik: Kehadiran kembali karakter favorit penggemar seperti Leon S. Kennedy  sebagai tokoh utama memberikan dorongan nostalgia yang kuat bagi pemain lama.

 

3.    Kualitas Visual RE Engine: Penggunaan iterasi terbaru dari RE Engine yang memberikan detail visual yang nyaris fotorealistik dan atmosfer horor yang lebih mencekam.

Masa Depan Resident Evil

Dengan kesuksesan luar biasa ini, saham Capcom dilaporkan mengalami kenaikan signifikan. Resident Evil Requiem bukan sekadar sukses secara komersial, tetapi juga mendapat pujian kritis karena berhasil menggabungkan elemen action intens dengan akar survival horror yang murni.

Kini, pertanyaan besar bagi para penggemar adalah: Ke mana Capcom akan membawa franchise ini setelah kesuksesan besar Requiem?


Baca Juga dong :

-Palworld: Dunia Liar, Penuh Aksi, dan Penuh Kehebohan! Review Lengkap & Santai
-Far Cry 6: Revolusi Gerilya, Backpack Roket, dan Antón Castillo di Surga Tropis Yara! | Review Kekacauan Karibia
-Resident Evil (1996): Selamat Datang di Spencer Mansion, Tempat Lahirnya Survival Horror Klasik! | Review Kamera Kaku, Peluru Langka
-Resident Evil 2 Remake: Kengerian Raccoon City dengan Kamera Modern, Dikejar Mr. X yang Tak Kenal Lelah! | Review Remake yang Hampir Sempurna
-Resident Evil 3 Remake: Dikejar Nemesis yang Brutal, Akselerasi Action di Raccoon City! | Review Horor Penuh Adrenalin
-Resident Evil 4 (2005): Revolusi Kamera Over-the-Shoulder, Action Epik Leon S. Kennedy! | Review Masterpiece yang Mengubah Genre
-Black Myth: Wukong – Aksi Brutal, Visual Gila, dan Petualangan Epik ala Mitologi Tiongkok

Komentar